Breaking News

KELANGKAAN PASIR DI REJANG LEBONG HAMBAT PEMBANGUNAN, WARGA DAN PEDAGANG HARAPKAN SOLUSI PEMERINTAH


Rejang Lebong – Kelangkaan pasir di Kabupaten Rejang Lebong mulai berdampak terhadap berbagai kegiatan pembangunan masyarakat. Selain sulit diperoleh, kualitas pasir yang beredar di pasaran juga dikeluhkan karena sebagian dinilai banyak bercampur tanah sehingga kurang layak digunakan untuk kebutuhan konstruksi.
Selain persoalan kualitas, masyarakat juga mengeluhkan tingginya harga pasir. Untuk satu truk pasir yang diantar hingga ke lokasi, warga harus mengeluarkan biaya antara Rp800 ribu hingga Rp1 juta.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan dapat segera mencari solusi atas persoalan tersebut. Salah satu harapan yang disampaikan adalah agar pemerintah memberikan ruang dan kemudahan bagi pengusaha tambang batuan skala kecil yang memenuhi ketentuan untuk dapat beroperasi secara legal, sehingga pasokan pasir kembali tersedia dan kualitasnya lebih terjamin.

Warga menilai, ketersediaan bahan bangunan yang memadai sangat penting untuk mendukung pembangunan rumah maupun infrastruktur di Rejang Lebong dan sekitarnya. Mereka berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret guna menjaga stabilitas pasokan serta harga pasir agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

"Harapan kami, pemerintah dapat memberikan solusi terkait kebutuhan pasir di Rejang Lebong dan sekitarnya, sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan pasir dengan kualitas yang baik dan harga yang wajar," ujar salah seorang warga.
Keluhan serupa juga disampaikan para penjual pasir.

 Mereka mengaku saat ini sangat kesulitan memperoleh pasokan pasir. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi ketersediaan barang, tetapi juga berdampak pada kualitas pasir yang dijual kepada konsumen.
"Saat ini kami sangat kesulitan mendapatkan pasir. Banyak pembeli yang menyampaikan protes karena kualitas pasir yang tersedia kurang baik dan bercampur tanah. Kami berharap ada solusi agar pasokan pasir kembali normal," ujar salah seorang pedagang pasir di Rejang Lebong.

Masyarakat dan pelaku usaha berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat mengambil langkah nyata untuk mengatasi kelangkaan pasir, sehingga kebutuhan bahan bangunan bagi masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas pembangunan di Kabupaten Rejang Lebong tidak terus mengalami hambatan.(Syafri)
© Copyright 2022 - ANALISARAKYAT.COM