Breaking News

MBG Kembali Makan Korban Ratusan Siswa di Klaten Diduga Keracunan: Sampai Kapan Program Negara Jadi Ancaman?


LIPUTAN KHUSUS KLATEN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah ratusan siswa dan guru di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan yang dibagikan di sekolah, Selasa (28/4/2026).

Sedikitnya 219 orang dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, diare, hingga tubuh lemas. Dari jumlah tersebut, 22 orang merupakan guru. Sebagian korban harus menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Majegan, Puskesmas Tulung, dan RS PKU Muhammadiyah Jatinom.

Peristiwa ini terjadi di 17 sekolah penerima manfaat MBG di wilayah Kecamatan Tulung. Dugaan sementara mengarah pada menu sop galantin yang dibagikan kepada para siswa pada Selasa pagi.

Salah seorang siswa SMPN 1 Tulung, Stevani, mengaku merasakan ada keanehan pada makanan yang dikonsumsinya.

 "Ada sop galantin, tempe, sama telur puyuh. Yang tidak enak sop sama telur puyuh, rasanya gimana gitu," ujarnya.

Gejala mulai dirasakan para siswa pada Selasa malam, beberapa jam setelah menyantap hidangan tersebut. Rabu pagi, para korban berdatangan ke puskesmas dan klinik dengan keluhan serupa.

Tenaga Epidemiologi Puskesmas Majegan, Wahyu Handoyo, membenarkan jumlah korban terus bertambah.

 "Ada 17 titik penerima. Total sementara 219 orang bergejala, termasuk 22 guru. Gejala utama mual dan pusing," kata Wahyu, Rabu (29/4/2026).

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, langsung turun ke lokasi bersama jajaran Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk memastikan penanganan korban.

 "Kondisi korban ada yang lemas, pusing, dan diare. Sampel makanan sudah kami kirim ke laboratorium untuk memastikan penyebabnya," tegas Hamenang.

Sementara itu, Kepala SPPG Sorogaten, Roni Subekti, menyatakan pihaknya siap melakukan evaluasi total atas insiden tersebut.

 "Kami sudah berupaya menjaga kebersihan dan kualitas layanan. Namun evaluasi akan kami lakukan agar kejadian seperti ini tidak terulang," ujarnya.

Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai standar keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Program yang bertujuan meningkatkan gizi anak bangsa justru berulang kali diterpa insiden serupa di berbagai daerah.

Masyarakat kini menanti hasil uji laboratorium sekaligus langkah tegas pemerintah untuk memastikan keamanan makanan bagi para pelajar.

Jika terbukti terjadi kelalaian, maka evaluasi menyeluruh hingga penindakan harus segera dilakukan. Keselamatan anak-anak tidak boleh dipertaruhkan.

Jurnalis Hendri s
© Copyright 2022 - ANALISARAKYAT.COM