Polda Kepri Amankan 37 Pekerja Migran Indonesia, Kepulangan dari Malaysia Secara Ilegal
Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri mengamankan pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang dari Malaysia melalui jalur gelap atau secara ilega sekitar pukul 23.30 WIB, Senin (11/3/2019).(KOMPAS.com/ HADI MAULANA)

Batam (Kepri), Analisarakyat.com - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri mengamankan pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang dari Malaysia melalui jalur gelap atau secara ilegal ke Batam, Senin (11/3/2019) sekitar pukul 23.30 WIB.

PMI tersebut berjumlah 37 orang yang masuk ke Batam, Kepulauan Riau dari Malaysia melalui Pantai Tanjung Sengkuang, Batuampar.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat.

Melalui penyelidikan, jajaran Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri yang dipimpin langsung oleh AKBP Dhani Catra Nugraha mengamankan 37 PMI tersebut.

"37 PMI ini masuk melalui Pantai Tanjung Sengkuang Batuampar menggunakan speed boat melalui jalur non-prosedural atau jalur belakang atau jalur tikus," kata Erlangga saat konfrensi pers di Mapolda Kepri, Selasa (12/3/2019).

Selain mengamankan 37 PMI, petugas juga mengamankan dua pelaku, yakni inisial MR dan MM yang merupakan pengurus dan penampung para PMI.

"Keduanya sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka," jelas Erlangga. Erlangga mengatakan penangkapan para pelaku berawal dari informasi dari masyarakat sekitar pukul 16.00 WIB, Senin kemarin.

Kemudian dilakukan penyelidikan oleh anggota Subdit IV, dan sekitar pukul 23.30 WIB anggota Subdit IV mengamankan kendaraan minibus BP 7046 DC yang memuat diduga korban penyeludupan manusia atau people smugling sebanyak 18 orang beserta seorang sopir di halte depan legenda Malaka.

Setelah dilakukan interogasi kemudian dilakukan pengembangan. Polisi kemudian mengamankan satu orang pengurus sekaligus penampung di perumahan Bukit Raya Batam Center.

"Setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan kembali oleh anggota Subdit IV, akhirnya personil berhasil mengamankan 19 orang diduga korban people smugling dan satu orang pengurus sekaligus penampung di perumahan taman Batara Raya," ujar Erlangga.

Dari keterangan para korban, mereka adalah PMI yang pulang dari negara Malaysia ke tanah air melalui jalur ilegal.

Dari kasus ini, polisi juga juga mengamankan sejumlah barang bukti yang terdiri dari satu unit mobil minibus warna silver, ponsel, dan tiga lembar tiket pesawat.

"Terkait dengan kapal speed boat yang digunakan untuk membawa korban dari Malaysia belum ditemukan. Namun, untuk kedua tersangka, atas perbuatannya dikenakan pasal 120 UU No 6 tahun 2011 tentang keimigrasian dengan ancaman 15 tahun penjara," ujarnya. (***)

Label: , , ,

Posting Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.