Ketua DPC Demokrat Kota Batam yang Sekaligus Caleg 'Tersangka' Dugaan Pelanggaran Pemilu
Mangihut Rajagukguk Komisioner Divisi Hukum Bawaslu Batam, saat melakukan pemeriksaat terhadap terduga Salah satu Calon Legislatif (Caleg) DPRD Propinsi Kepulauan Riau (Kepri) Daerah Pemilihan (Dapil) 5 dengan inisial (HH) dari Partai Demokrat.

Analisarakyat.com, Batam (Kepri) - Salah satu Calon Legislatif (Caleg) DPRD Propinsi Kepulauan Riau (Kepri) Daerah Pemilihan (Dapil) 5 dengan inisial (HH) dari partai Demokrat, ditetapkan tersangka oleh Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Batam, atas dugaan pelanggaran pemilu yang diduga dilakukan saat kampanye terselubung disalah satu ibadah didaerah Dapur 12 Kelurahan Sei Langkai kecamatan Sagulung pada awal Januari 2019.

Menurut informasi yang di diterima oleh media, salah satu Caleg Partai Demokrat inisial (HH) ini ditetapkan jadi tersangka oleh Tim Gakkumdu Batam, atas dugaan pelanggaran pemilu saat melakukan kampanye terselubung di salah satu rumah ibadah.

Saat dikonfirmasi, pihak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Batam, berdasarkan informasi yang didapat dari Mangihut Rajagukguk Komisioner Divisi Hukum Bawaslu Batam membenarkan terkait informasi tersebut.

"Iya.. sudah di tetapkan tersangka, calegnya inisial (HH) minggu yang lalu salah satu caleg DPRD Propinsi Kepri Dapil 5 dari Partai Demokrat, atas dugaan pelanggaran pemilu," ucap Mangihut saat dihubungi awak media ini, Jumat (08/03/2019).

"Dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan (HH) Caleg DPRD Propinsi Kepri, Partai Demokrat, saat diduga berkampanye disalah satu rumah ibadah, di daerah Kecamatan Sagulung. Kejadiannya di rumah ibadah, di daerah kecamatan sagulung," ujarnya lagi.

Ditanyakan barang bukti atas dugaan pelanggaran pemilu tersebut, ia mengungkapkan, berbagai Alat praga kampanye (APK) ditemukan di TKP dan berdasarkan hasil dari pemeriksaan sudahblebih 10 saksi yang dilakukan pihak penyidik kepolisian, (HH) telah memenuhi unsur dugaan pelanggaran pemilu.

"Untuk barang bukti, di temukan kartu nama, contoh surat suara dan lainya" ungkap Mangihut.

"Sentra Gakkumdu Batam sudah melimpahkan kasus ini ke Penyidik Kepolisian, dan kalau tidak salah sudah di tetapkan tersangka oleh Penyidik Kepolisian minggu yang lalu karena sudah di keluarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan sudah dilakukan pemeriksaan terhadapa sekitar 10 lebih saksi oleh penyidik".

"Dan mungkin sudah akan diserahkan ke pihak kejaksaan. Coba saja tanyakan ke penyidik langsung," katan Mangihut Rajagukguk selaku Komisioner Divisi Hukum Bawaslu Batam.

Lanjut Mangihut mengatakan, "untuk dugaan pelanggaran Pemilu yang diduga dilakukan (HH) Caleg Partai Demokrat itu, terkait pelanggaran pemilu saat melakukan dugaan kampanye terselubung dirumah ibadah diduga talah melakukan pelanggaran terhadap Pasal 280, ayat 1, huruf h Undang Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu)".

"Yakni dilarang berkampanye menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan," Pungkasnya.

"Terkait larangan tersebut (HH) terancam sanksi masksimum pidana penjara dua tahun dan denda Rp 24 juta. Sanksi ini tercantum pada Pasal 521 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu," terangnya.

"Adapun bunyi Pasal 521 ini yakni "Setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan kampanye pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, huruf g, huruf h, huruf i, atau huruf j dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp24.000.000, 00 (dua puluh empat juta rupiah) dan Setelah Sudah inkrah putusanya akan di coret dari pencalonannya, sesuai Pasal 285 UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilu," tutupnya. (Red)

Posting Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.