Kemenkeu Dukung SDM Indonesia Melek Teknologi Digital dengan Pendidikan Vokasi
Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jakarta

Analisarakyat.com
, Jakarta -
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo menegaskan komitmen Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menyongsong era industri 4.0.

Tiga sektor utama yang menjadi prioritas adalah pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan yang merupakan komponen yang saling terkait untuk mendukung peningkatan SDM. Pemerintah akan meningkatkan perhatiannya pada pendidikan vokasi berbasis teknologi digital dan komputerisasi.

Hal ini disampaikan Wamenkeu pada acara diskusi Menteri dengan Media dengan tema “Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Menyongsong Era Indonesia 4.0 Memastikan Infrastruktur TIK, Industri Manufaktur SDM, Riset, dan Sekema Dukungan Anggaran” di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Jakarta, Selasa (12/03).

“Pak Presiden selalu mengatakan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan menjadi suatu tematik yang kita fokuskan. Di APBN tahun 2019 itu pendidikan Rp492,5 triliun, 20%-nya dari APBN,” tegas Wamenkeu.

Alokasi tentu dibutuhkan sinergi dan kerjasama antarstakeholders terkait sehingga bisa fokus pada penyiapan SDM Indonesia yang memiliki keterampilan tinggi, berdaya saing sesuai kebutuhan industri.

“Bagaimana mengalokasikan (anggaran) supaya efisien, efektif termasuk tergantung pada menteri-menterinya yang punya portofolio di bidang itu. Kita fokus karena industri 4.0 digital-pun ada yang melalui vokasi. Vokasi berapa yang skillful sehingga tidak ada missmatch antara industri dan SDM. Kita revitalisasi yang dulunya generalist (knowledge) menjadi specialists (vokasi). Basisnya digital semuanya,” kata Wamenkeu.

Beberapa kebijakan fiskal yang telah dikeluarkan Kemenkeu dengan dukungan para stakeholders terkait menunjukkan keberpihakan Kemenkeu dan para stakeholders Pemerintah dalam upaya meningkatkan kemampuan teknologi digital bagi SDM Indonesia dan industri terkait.

“Paket kebijakan 14 sudah mendukung adanya digitalisasi, e-commerce, Peraturan Menteri Keuangan yang berkaitan dengan e-commerce yang online, digital economy juga revisi peraturan PMK yang baru tahun 2018 tentang industri pionir yang dikaitkan dengan industri yang menggunakan sistem (digital).

Kita ingin paket kebijakan ekonomi bisa betul memberikan fasilitas termasuk tax holiday, termasuk tax incentives dan yang lainnya melalui era digitalisasi. Terakhir, kita lakukan perluasan cakupan industri yaitu (termasuk) industri digital,” tambahnya.

Senada dengan Wamenkeu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan bahwa arah kebijakan Pemerintah saat ini dan ke depan adalah pengembangan SDM dengan pendidikan vokasi yang berbasis teknologi digital tanpa melupakan pendidikan yang berbasis knowledge.

“Perguruan tinggi menghasilkan gelar sarjana, mereka lebih banyak kepada knowledge. Pemerintah sekarang larinya kepada skill, kepada vocational. Jadi, ya paralel (antara perguruan tinggi dan pendidikan vokasi). Kebutuhan (Indonesia untuk SDM berketerampilan digital) 600 ribu pertahun. Kita butuh level teknisi,” pungkas Menkominfo. (btr/hpy/nr)

Posting Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.