Tidak Produktif, BP Batam Sorot Lahan Tidur dan Buat Garda Mangkrak
Badan Pengusahaan (BP) Batam membahas investasi Batam dengan para pengusaha melalui dialog investasi/Hk

Analisarakyat.com, Batam (Kepri) - Badan Pengusahaan (BP) Batam membahas permasalahan usaha dan investasi di Batam dengan para pengusaha, melalui dialog investasi, Jumat (15/2) pagi, di Gedung Balairung BP Batam. Dialog dipimpin langsung oleh Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady.

Dalam kesempatan itu, Edy Putra Irawady mengakui selama ini masih banyak kendala teknis terkait investasi. "Sebagian masalah sudah diselesaikan ditempat, namun sebagian lagi akan disampaikannya ke Jakarta untuk didiskusikan. Itulah intinya kita bahas di dialog investasi tadi," ujar Edy usai dialog investasi.

Dalam pertemuan itu, para pelaku usaha mengeluhkan sejumlah masalah perizinan, bahan baku, tata niaga, izin ekspor hingga pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk-produk tertentu. " Kawan-kawan di BP Batam akan melakukan berbagai upaya untuk melakukan perbaikan sistem dan pemahaman bersama," jelas Edi menanggapi keluhan para pengusaha Batam seperti dilansir dari Haluankepri.

Disamping itu, Edi mengatakan, BP Batam akan membentuk beberapa Garda Untuk mengawal investasi di Batam. Salah satu Garda yang akan dibentuk diantaranya adalah Garda Mangkrak. Dimana Garda ini bertugas mendata segala investasi yang mangkrak atau tidak berjalan sesuai dengan perencanaan.

Dijelaskan Edi, Pembentukan Garda mangkrak, berawal dari banyaknya keberadaan lahan tidur yang tidak diproduktifkan, sementara pengalokasian dan perizinan sudah diberikan.

"Garda mangkrak sengaja kita bentuk dalam rangka menginventarisir lahan tidur alias tidak produktif. Jika tidak difungsikan, dengan mekanisme yang ada akan kita ambil tindakan, mulai dari teguran dan tindakan lainnya, karena jika tidak dikelola, banyak investor lain yang membutuhkan lahan," ujar Edy.

Pada kesempatan itu, Edy juga memaparkan contoh investasi yang menjanjikan untuk ke depannya yakni, berupa substitusi impor, ekspor bernilai tinggi dan bidang jasa, " Contohnya dibidang logistik, pelayanan kesehatan, jasa wisata dan jasa pendidikan, " paparnya.

Edy mengatakan, saat ini investasi di Batam sudah banyak yang masuk baik secara langsung maupun komitmen. "Untuk yang sudah komitmen yang akan melakukan kegiatan investasi baru, kita akan kawal ini," tegasnya. (***)

Label: , ,

Posting Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.