Satres Narkoba Polres Barelang, Kembali Amankan Satu Kurir Sabu
Kapolresta Barelang Kombes Hengki bersama Jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang. 

Analisarakyat.com
, Batam (Kepri) -
Jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang kembali mengamankan seorang kurir sabu, Geudensius Andriano Balimula, 23, Sabtu (23/2) lalu. Pria pengangguran tersebut, diamankan di tepi jalan Mega Legenda atau sekitar Gardu Listrik PLN Mega Legenda bersama barang bukti sabu seberat 990 gram.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, penangkapan ini bermula dari jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada transaksi narkoba jenis sabu dikawasan Gardu Listrik PLN Mega Legenda tersebut. Dari informasi itu, dilakukan penyelidikan di lapangan.

“Saat dilakukan penyelidikan, Satres Narkoba berhasil mengamankan satu orang tersangka di wilayah hukum Polsek Batamkota, serta diamankan barang bukti 990 gram narkotika jenis sabu,” kata Hengki.

Usai diamankan, selanjunya Geudensius Andriano Balimula digiring ke Satres Narkoba Polresta Barelang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dari pengakuannya kepada penyidik, ia dihubungi oleh seseorang berinisal K yang memintanya untuk mengambil sabu tersebut dan kemudian menyerahkan sabu itu kepada K.

“Untuk seseorang yang berinisial K ini masih dalam pengejaran Satres Narkoba Polresta Barelang. Tersangka ini statusnya sebagai kurir karena K memerintahkan tersangka untuk mengambil barang dan menyerahkan kembali kepada K,” jelasnya seperti dilansir dari Batampos.

Dugaan sementara, barang haram itu rencananya akan diedarkan di Batam. Tersangka juga mengaku baru kali ini dimintai sebagai kurir narkoba oleh K. Namun, polisi tidak akan percaya begitu saja dan akan melakukan pendalaman lebih lanjut berdasarkan barang bukti yang diamankan.

“Untuk narkobanya, dibungkus dengan kemasan teh cina. Bungkusannya sama seperti dengan bungkusan narkoba yang beberapa kali kita amankan. Diduga barang ini berasal dari Malaysia dengan melalui transportasi laut,” tuturnya.

Atas perbuatannya itu, aparat kepolisian Geudensius Andriani Balimula dijerat dengan pasal 112 ayat (2) junto pasal 114 ayat (2) junto pasal 115 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun penjara dan paling lama hukuman seumur hidup atau mati. (Red)

Posting Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.