Polda Kepri Bekuk Mucikari Jual Cewek M-One, dengan Kelola 65 Orang PSK
Ilustrasi mucikari prostitusi online.

Analisarakyat.com, Batam (Kepri) - Mantan marketing sebuah media Batam, An (32) dibekuk jajaran Subdit V Ditreskrimsus Polda Kepri karena terbukti jadi mucikari prostitusi online. Ia mengendalikan bisnis ini dari Kerawang, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs S Erlangga, didampingi pihak Kasubdit V AKBP Krisnadian mengatakan, penangkapan pelaku An, bermula dari temuan sebuah akun wechat yang bernama Miss Evve, Ms Evve dan Md Sofie yang menjajakan wanita PSK kepada para hidung belang di Batam.

"Setelah melakukan penelusuran. Akhirnya tim Ditkrimsus Polda Kepri berhasil membekuk si tersangka An di Karawang," kata Erlangga, Jumat (15/2) siang, di Mapolda Kepri.

Kemudian ujar Erlangga setelah pihak penyidik melakukan pemeriksaan lebih dalam, ternyata tersangka menggunakan 3 akun media sosial, untuk menjalankan aksinya tersebut. "Tersangka AA menjajakan wanita panggilan yang ada didalam jaringannya dari jarak jauh. Dengan menggunakan akun medsos wechat," paparnya.

Erlangga menerangkan, selama menjalankan aksinya tersangka Andika ini memiliki koleksi wanita PSK sebanyak 65 orang di Kota Batam. "Mereka itu berasal dari beberapa Pub Pub di Batam seperti di Morena, M-One, Helena, dan lainnya dengan tarif yang berbeda beda," kata Kabid Humas seperti dilansir dari Haluankepri.

Dengan menggunakan media sosial (sosmed) Wechat, Andika mengendalikan sebanyak 65 pekerja sek komersial (PSK) dengan meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah, sejak tiga tahun belakangan. Mereka dijajakan dengan tarif bervariatif, ucap Erlangga dimulai dari harga Rp400.000 hingga Rp1 juta untuk kencan pendek atau yang biasa disebut short time.

Sedangkan untuk kencanan panjang atau long time, sebutnya, dikenakan tarif mulai dari Rp1 juta hingga Rp2,5 juta, untuk sekali kencan. "Dari tarif itulah si tersangka ini mendapatkan komisi sebesar 20 hingga 25 persen. Komisi tersebut dibayarkan oleh PSK melalui transfer ke rekening milik si Andika yang kami jadikan barang bukti," ungkap Erlangga.

Selain itu, imbuhnya, kami juga mengamankan kartu atm milik tersangka, hp android dan oil pelumas. Setiap bulannya, ujar Erlangga, tersangka bisa meraup keuntungan bersih mencapai Rp3 juta hingga Rp7 juta. "Uang tersebut dipergunakan tersangka untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sambil melakukan penjajakan pada para pria hidung belang," pungkasnya.

Dari Kasubdit V Ditkrimsus Polda Kepri, AKBP Krisnadian mengatakan, hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyidikan. Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui si tersangka sudah menjalankan profesi sebagai mucikari sejak tahun 2015.

"Ketika itu, tersangka AA berdomisili di Batam. Setelah berhenti bekerja pada sebuah media, bisnis prostitusi online tersebut dilanjutkanya saat pindah ke Karawang di Bulan Desember 2018," kata Krisnadian.

Hingga saat ini, imbuhnya, penyidik juga masih menelusuri, siapa saja yang mengunakan jasa para PSK di jaringan Andika. "Hingga saat ini, kami telah memeriksa 7 PSK yang menjadi anggota dalam jaringan Andika. Dan pemeriksaan ini akan terus berlanjut pada orang penggunanya," kata Krisnadian. (Red)

Posting Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.