Polresta Barelang Sebar 6.000 Linmas di 2.979 TPS, untuk Kondusivitas Batam


Analisarakyat.com, Batam (Kepri) - Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki mengatakan bahwa untuk menjaga kondusivitas Batam di pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang, sebanyak 6.000 anggota Pelindung Masyarakat (Linmas) akan disebar di 2.979 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Dari jumlah TPS yang ada, lanjutnya, akan ada dua (2) orang Linmas di setiap TPS, dengan dibantu Anggota TNI Polri, serta para saksi dari Partai Politik peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).

"Tiap-tiap TPS dijaga oleh dua anggota Linmas. Lalu ditambah dengan Anggota TNI-Polri, KPU dan saksi saksi partai untuk dapat mengawasi serta menjaga proses pencoblosan, agar tetap aman dan lancar," ungkap Hengki ke awak media disela-sela simulasi pengamanan Pemilu, Selasa (29/1) di Mapolresta Barelang.

Sehingga ungkapnya, dengan pengamamanan yang baik, diharapkan Pemilu dapat terhindar dari kecurangan dan gangguan Kamtibmas di masyarakat. "Terkait kesiapan pemilu serentak nanti, Polisi sudah melakukan berbagai kegiatan diinternal maupun kegiatan bersama stakeholder terkait dengan melibatkan aparat serta masyarakat," paparnya.

Untuk anggota Linmas ini, kata Hengki, tentu akan dilakukan pelatihan pengamanan, dicek kesehatan fisik, dan pakaian yang digunakan. "Kita bekerjasama dengan Satpol PP Pemko Batam sebagai stakeholdernya," tambahnya.

Nanti, imbuhnya, jumlah para Linmas disetiap TPS akan disesuaikan dengan tingkatan serta pola situasi dilapangannya. "Mulai dari tingkatan dan pola aman, rawan 1, rawan 2 serta TPS khusus," pungkas Hengki.

Ketua Komisioner KPU Batam, Syahrul Huda mengatakan simulasi tersebut dilakukan guna memantapkan terhadap proses pengamanan di lapangan. Sehingga Pemilu berjalan lancar, aman dan sukses. "Hal ini sebagaimana Peraturan KPU (PKPU). Sehingga dalam pencoblosan di TPS tak ada gangguan, dan proses pemilu dapat berjalan dengan lancar dan aman," kata Syahrul Huda.

Diungkapkan Syahrul Huda, terkait apa yang di lakukan Kapolresta Barelang tersebut tentunya sangat membantu KPU dalam menyukseskan Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang. "Atas undangan kepada KPU serta Bawaslu ini, tentunya memberikan kesempatan pada kami untuk melakukan sosialisasi dan menjelaskan kepada Anggota Linmas, terhadap fungsi dan peran mereka di lapangan (di setiap TPS)," ujar Ketua KPU Batam.

Artinya, ungkap Syahrul, dengan simulasi dan pemantapan ini mereka benar benar telah bisa menjalankan tugasnya, sebagaimana diaturan PKPU tersebut. Kata Syahrul, disaat pencoblosan di TPS nanti pantia pemilu di TPS tersebut, menyerahkan 5 lembar kertas suara.

"Yakni surat suara untuk memilih presiden dan wakilnya, anggota DPR RI, DPD, DPRD tingkat Provinsi serta DPRD dtingkat Kabupaten/Kota. Disaat proses pencoblosan itu, jangan sampai ada pihak luar serta pihak dalam memberikan arahan siapa yang akan di coblos oleh.pemilin. Dan, inilah yang menjadi satu tugas Linmas," pungkasnya.

Sementara Ketua Bawaslu Batam, Syailendra Reza mengatakan, terkait peran Bawaslu itu melakukan pengawasan dan penindakan atas pelanggaran Pemilu tersebut. "Kita akan selalu melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap proses Pemilu dari awal hingga akhir penghitungan suara. Maka, setiap pelanggaran yang ditemukan serta dilaporkan masyarakat, akan kami proses hingga tuntas," kata Syailendra Reza.

Dalam simulasi tersebut, 500 Orang Anggota Linmas Kota Batam, disiagakan menangani gangguan keamanan di TPS Mapolresta Barelang.

Turut hadir Perwakilan Pemko Batam, Zaref Riadi, Ketua KPU Batam, Syahrul Huda, Ketua Bawaslu Batam, Syailendra Reza, Kasatpol PP, Perwakilan Kodim 0316 Batam, PJU Polresta Barelang, Kapolsek dan 500 anggota Linmas. (***)

Posting Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.