8 Poin Penting Cerita Ayah, Vanessa Angel tidak Dapat Support dari Keluarga


Analisarakyat.com, Jakarta - Kasus prostitusi online yang melibatkan sejumlah artis juga menguak permasalahan keluarga Vanessa Angel. Dalam sebuah tayangan, Vanessa mengungkapkan bahwa dirinya tidak mendapatkan support dari keluarga.

’’Dari awal pun, dari kecil pun sebenarnya aku ngejalanin hidup aku sendiri,’’ ujar Vanessa dalam tayangan tersebut.

Tepatnya sejak Vanessa berusia 10 tahun ketika ditinggal sang mama kandung berpulang. ’’Saya butuh dukungan, doa, dan pelukan. Itu cuman bisa dari almarhum mama,’’ katanya.

Jumat (25/1), di kantor pengacara M. Zakir Rasyidin & Partners di daerah Buncit, Jakarta Selatan, ayah kandungnya, Dody Soedrajat, didampingi istrinya, Puput, memberikan klarifikasi. Berikut beberapa poin pentingnya.

Pertama, Dody menjelaskan bahwa ibunda Vanessa meninggal saat melahirkan adik Vanessa. Sejak itu, dia menjadi single parent mengurus Vanessa dan adiknya dengan bantuan asisten.

8 Poin Penting Cerita Ayah, Vanessa Angel tidak Dapat Support dari Keluarga
Vanessa Angel. Foto: Robert/JPG

Kedua, Dody mengatakan, Vanessa selalu murung kehilangan sosok ibunda, sementara dia bekerja sejak pagi sampai malam, Dody berusaha mencarikan kegiatan ekskul. ’’Saya tanya ke Vanessa, lalu saya masukkan sekolah modeling,’’ ceritanya.

Kedua, Dody cerita saat itu sudah terlihat bakat Vanessa. Vanessa ikut kelas akting dan presenter. Hingga kemudian, Vanessa terjun ke dunia entertainment.

Ketiga, Vanessa yang berparas ayu itu mulai dikenal sebagai bintang baru pada usia 13 tahun. Kesibukan Vanessa bertambah. ’’Demi dia, saya tinggalin usaha-usaha saya, fokus dengan Vanessa,’’ jelas Dody yang menjadi manajer putrinya ketika itu.

Keempat, Dody mengalokasikan pendapatan Vanessa dari syuting untuk keperluan putrinya dan kursus-kursus untuk mengembangkan skill.

Kelima, Dody mengenal dunia entertainment saat menemani Vanessa di lokasi syuting. Dia juga tahu cowok yang sedang dekat dengan putrinya. ’’Saya kenal Dwi Andhika (kekasih Vanessa saat remaja), juga Mandala. Mereka sopan,’’ tutur Dody.

Keenam, sekitar tiga tahun Dody mendampingi Vanessa sebagai manajer. Hingga kemudian, Vanessa dekat dengan seorang pria kenalannya, bukan dari kalangan entertainment. Dody tidak setuju. Vanessa berontak hingga kabur dari rumah. Sempat pulang dan dimarahi, besoknya Vanessa pergi lagi dengan laki-laki tersebut.

’’Sejak itu Vanessa tidak pulang ke rumah. Saya bukan orang tua yang tidak menarik dia untuk pulang. Saya sudah coba,’’ paparnya.

Setelah 2,5 tahun, Dody memperoleh kabar putrinya sudah putus karena ada kekerasan. ’’Saya sedih dengernya. Tapi, saya tanya dia nggak mau ngelaporin (mantan pacarnya),’’ ungkapnya.

Dia berharap, setelah kejadian tersebut, Vanessa mau pulang. Ternyata tidak. ’’Tapi, saya selalu berkomunikasi dengan dia,’’ lanjutnya.

Cerita bergulir hingga terdengar berita Vanessa diamankan di Surabaya atas kasus dugaan prostitusi online Sabtu (5/1). ’’Saya tahunya dari Jane (Shalimar). Lemes saya,’’ ujar Dody seperti dilansir dari jpnn.com.

Lewat Jane, Dody minta tolong dicarikan pengacara. Hingga saat Senin (7/1) Vanessa pulang ke Jakarta, Dody ingin menjemput. Namun, Vanessa belum mau ditemui.

Ketujuh, Dody akhirnya bertemu dengan sang putri di kantor pengacara Vanessa. ’’Saya lihat dia agak kurusan. Dia cium tangan saya. Saya cium pipi dan keningnya,’’ jelasnya. Pada pertemuan tersebut, dia merasa suasana cukup cair.

Kedelapan, Dody melihat tayangan wawancara Vanessa yang mengaku tidak mendapat dukungan dari keluarga dan beberapa hal lain. ’’Saya tetap berjiwa besar. Biar gimana, dia anak saya,’’ ucapnya.

Dody menitipkan pesan, ’’Daddy sayang sama kamu. Keluarga juga sayang. Kita support kakak. Semoga kamu kuat dan bisa menjalani proses hukum ini dengan tegar. Ini menjadi pelajaran berharga untuk masa depanmu’’.

Pekan depan Vanessa dijadwalkan pemeriksaan di Surabaya. Bila diperlukan, Dody berencana ikut ke Surabaya. (***)

Posting Komentar

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.